Nama : Muchamad Fatoni (14212740)
ANALISIS
KELAYAKAN INVESTASI PADA SHOWROOM MOBIL SECOND DI LIM MOTOR, JL. RAYA SULTAN
AGUNG KM 28 NO 107
A.
Rumusan masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini
adalah apakah investasi dalam usaha Showroom Limo Motor di Jalan Raya Sultan
Agung Km 28 No 107, Pondok Ungu, Bekasi Barat berdasarkan penelitian metode PP
(Payback Period), NPV (Net Present Value), PI (Profitability Index), dan IRR (Internal Rate of Return) layak untuk
diteruskan atau tidak?
B.
Tujuan Penelitian
Mengetahui kelayakan investasi yang
dilakukan untuk diteruskan atau tidaknya usaha Showroom Mobil Second ini dengan
menggunakan metode PP (Payback Period),
NPV (Net Present Value), PI (Profitability Index), dan IRR (Internal Rate of Return).
C.
Landasan Teori
Studi kelayakan bisnis adalah suatu
penelitian tentang dapat tidaknya suatu proyek dilaksakanakan dengan hasil.
Menurut Subagyo (2008:7) Studi kelayakan adalah penelitian yang mendalam
terhadap suatu ide bisnis tentang layak atau tidaknya ide tersebut
dilaksanakan.
Menurut
Husein Umar (2003: 5) dalam bukunya “Studi
Kelayakan Bisnis”, dengan teknik menganalisis kelayakan rencana bisnin
secara komperhensif edisi ke-2, “Studi Kelayakan Bisnis adalah penelitian
terhadap rencana bisnis yang tidak hanya menganalisis layak atau tidaknya suatu
bisnis dibangun, tetapi juga saat dioperasionalkan secara rutin dalam rangka
pencapaian keuntungan yang maksimal untuk waktu yang tidak ditentukan.
Sedangkan
menurut Kasmir, S.E., M.M & Jakfar, S.E., M.M (2007: 6) Studi Kelayakan
adalah suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam tentang suatu usaha atau
bisnis yang akan dijalankan, dalam rangka menentukan layak atau tidak usaha
tersebut dijalankan.
D.
Pengumpulan Data
a. Metode Observasi
Metode
Observasi merupakan teknik pengumpulan data, dimana peneliti melakukan
pengamatan secara langsung ke objek penelitian untuk melihat dari dekat
kegiatan yang dilakukan (Riduwan, 2004 : 104).
b. Metode Wawancara
yaitu
cara untuk mengumpulkan data dengan mengajukan pertanyaan langsung kepada
informan atau seorang autoritas “(seorang ahli yang berwenang dalam suatu
masalah)” (Gorys Keraf, 2001 : 161)
Wawancara
adalah sebuah proses komunikasi berpasangan dengan suatu tujuan yang serius dan
telah ditetapkan sebelumnya yang dirancang untuk bertukar perilaku dan
melibatkan tanya jawab. (Charles Stewart dan W.B Cash)
c. Studi Pustaka
Dilakukan
dengan cara mempelajari buku-buku yang mendukung, termasuk didalamnya literature tentang penulisan dan
mengenai hal-hal mendukung pembuatan program aplikasi.
E.
Pengembangan instrumen
Tahapan dalam Studi Kelayakan Bisnis
1. Penemuan Ide
Agar dapat menghasilkan ide proyek yang
dapat menghasilak produk laku untuk dijual dan menguntungkan diperlukan
penelitian yang terorganisasi dengan baik serta dukungan sumber daya yang
memadai. Jika ide proyek lebih dari satu, dipilih dengan memperhatikan:
• ide proyek sesuai dengan kata hatinya
• ide proyek sesuai dengan kata hatinya
• pengambil keputusan
mampu melibatkan diri dalam hal-hal yang sifatnya teknis
• keyakinan akan kemampuan
proyek menghasilkan laba.
2. Tahap Penelitian
Setelah ide proyek terpilih, dilakukan
penelitian yang lebih mendalam dengan metode ilmiah:
• mengumpulkan data
• mengolah data
• menganalisis dan
menginterpretasikan hasil pengolahan data
• menyimpulkan hasil
• membuat laporan hasil
3. Tahap Evaluasi.
Evaluasi yaitu membandingkan sesuatu dengan
satu atau lebih standar atau kriteria yang bersifat kuantitatif atau kualitatif.
Ada 3 macam evaluasi:
• mengevaluasi usaha proyek
yang akan didirikan
• mengevaluasi proyek
yang akan dibangun
• mengevaluasi bisnis
yang sudah dioperasionalkan secara rutin
Dalam evaluasi bisnis yang akan
dibandingkan adalah seluruh ongkos yang akan ditimbulkan oleh usulan bisnis
serta manfaat atau benefit yang akan diperkirakan akan diperoleh.
4. Tahap Pengurutan Usulan yang Layak
4. Tahap Pengurutan Usulan yang Layak
Jika terdapat lebih dari satu usulan
rencana bisnis yang dianggap layak, perlu dilakukan pemilihan rencana bisnis
yang mempunyai skor tertinggi jika dibanding usulan lain berdasar kriteria penilaian
yang telah ditentukan.
5. Tahap Rencana Pelaksanaan
Setelah rencana bisnis dipilih perlu
dibuat rencana kerja pelaksanaan pembangunan proyek. Mulai dari penentuan jenis
pekerjaan, jumlah dan kualifikasi tenaga perencana, ketersediaan dana dan
sumber daya lain serta kesiapan manajemen.
6. Tahap Pelaksanaan
Dalam realisasi pembangunan proyek
diperlukan manajemen proyek. Setelah proyek selesai dikerjakan tahap
selanjutnya adalah melaksanakan operasional bisnis secara rutin. Agar selalu
bekerja secaa efektif dan efisien dalam rangka meningkatkan laba perusahaan,
dalam operasional perlu kajian-kajian untuk mengevaluasi bisnis dari fungsi
keuangan, pemasaran, produksi dan operasi.
F.
Manfaat Studi Kelayakan Bisnis
Menurut Menurut Kasmir, S.E., M.M &
Jakfar, S.E., M.M dalam bukunya Studi
Kelayakan Bisnis Edisi Kedua (2009: 10) ada enam manfaat adanya kegiatan
bisnis baik bagi perusahaan, pemerintah, maupun masyarakat, antara lain :
1. Memperoleh keuntungan
Apabila
suatu usaha dikatakan layak untuk dijalankan, maka akan memberikan keuntungan
terutama keuntungan keuangan bagi pemilik bisnis. Keuntungan ini biasanya
diukur dari nilai uang yang akan diperoleh dari hasil usaha yang dijalankan.
2. Membuka peluang pekerjaan
Dengan
adanya usaha, jelas akan membuka peluang pekerjaan kepada masyarakan, baik bagi
masyarakat yang terlibat langsung dengan usaha atau masyarakat yang tinggal di
sekitar lokasi usaha. Adanya peluang pekerjaan ini akan memberikan pendapatan
bagi masyarakat yang bekerja pada usaha tersebut. Begitu pula bagi masyarakat
yang tinggal disekitar lokasi usaha dapat membuka berbagai macam usaha,
sehingga masyarakat yang tadinya pengangguran dapat meningkatkan
kesejahteraannya.
3. Manfaat ekonomi
Secara
umum manfaat ekonomi antara lain :
-
Menambah jumlah barang dan jasa.
-
Meningkatkan mutu produk.
-
Meningkatkan devisa.
-
Menghemat devisa.
-
4. Tersedia sarana dan prasarana
bisnis
yang akan dijalankan disamping memberikan manfaat seperti diatas, juga
memberikan manfaat bagi masyarakat secara luar, terutama bagi masyarakat
sekitar bisnis yang akan dijalankan. Manfaat yang dirasakan seperti tersedianya
sarana dan prasarana yang dibutuhkan, seperti jalan, telepon, air, penerangan,
pendidikan, rumah sakit, rumah ibadah, sarana olahraga, serta sarana dan
prasarana lainnya.
5. Membuka isolasi wilayah
Untuk
wilayah tertentu pembukaan suatu usaha misalnya perkebunan, jalan atau
pelabuhan akan membuka isolasi wilayah. Wilayah yang tadinya tertutup menjadi
terbuka, sehingga akses masyarakat akan menjadi lebih baik.
6. Meningkatkan persatuan dan membantu
pemerataan pembangunan
Dengan adanya
proyek atau usaha biasanya pekerja yang bekerja dalam suatu proyek datang dari
berbagai tempat di Indonesia, pertemuan dari berbagai daerah tersebut dapat
meningkatkan persatuan. Kemudian dengan adanya proyek di berbagai daerah akan
memberikan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah.
G.
Analisis Data
Langkah pertama yang harus dilakukan
adalah penganggaran modal terlebih dahulu, lalu estimasikan nilai yang akan
diperoleh atau aliran kas bersih (proceed) yaitu dengan cara :
Proceed
= Keuntungan
+ Penyusutan Aktiva Tetap
Rumus
mencari penyusutan aktiva tetap
Setelah itu lakukan kriteria yang
biasa digunakan untuk menentukan kelayakan suatu usaha, yaitu :
Payback Period (PP)
Metode payback period (PP) merupakan teknik penelitian terhadap jangka
waktu (periode) pengambilan investasi suatu proyek atau usaha. Perhitungan ini
dapat dilihat dari perhitungan kas bersih (Proceed)
yang diperoleh setiap tahun.
Ada
2 macam metode perhitungan yang akan digunakan dalam menghitung masa
pengembalian investasi sebagai berikut :
Kriteria
Penilaian :
-
Terima, jika pembayaran kembali ≤ periode
pembayaran kembali maksimum yang diterima.
-
Tolak, jika pembayaran kembali ≥ periode
pembayaran kembali maksimum yang diterima
Net
Present Value (NPV)
Net Present Value (NPV)
atau nilai bersih sekarang merupakan perbandingan antara PV kas bersih (PV of Proceed) dengan PV invesasi (Capital Outlays) selama umur investasi.
Untuk menghitung NPV, terlebih
dahulu kita harus tahu berapa PV kas bersihnya. PV kas bersih dapat dicari
dengan jalan membuat dan menghitung dari cash
flow perusahaan selama umur investasi tertentu.
Rumus yang biasa digunakan dalam
menghitung NPV adalah sebagai berikut
N.P.V = PV proceed – PV outlay
Keterangan :
PV
Proceed =
DF x Proceed
PV
Outlays =
Harga perolehan atau harga beli
Kriteria : jika nilai NPV bernilai positif,
maka usulan investasi DITERIMA, dan jika nilai NPV negatif, maka usulan investasi
DITOLAK
Profitability
Index (PI)
Profitability
Index (PI) atau benefit and cost (B/C
Ratio) merupakan aktivitas dari jumlah nilai sekarang penerimaan bersih dengan
nilai sekarang pengeluaran investasi selama umur investasi. Rumus PI adalah :
Kriteria penelitian :
-
Jika PI > 1, usulan usaha dikatakan
menguntungkan.
-
Jika PI < 1, usaha proyek tidak
menguntungkan.
Internal Rate of Return (IRR)
Internal
Rate of Returns (IRR) merupakan indikator tingkat
efisiensi dari suatu investasi. Suatu proyek atau investasi dapat dilakukan
apabila laju pengembaliannya (rate of return) lebih besar daripada laju
pengembalian ketika melakukan investasi ditempat lain (bunga deposito bank,
reksadana dan lain-lain)
Cara yang digunakan,
yaitu :
Dimana :
-
: tingkat bunga 1 (tingkat discount rate yang menghasilkan
NPV 1)
-
: tingkat bunga 2 (tingkat discount rate yang menghasilkan
NPV 2)
-
: Net Present Value 1
-
: Net Present Value 2
Kriteria penilaian :
-
Apabila IRR > daripada tingkat bunga,
maka proyek ditolak.
-
Apabila IRR < daripada tingkat bunga,
maka proyek diterima.
H.
Kesimpulan
I.
Saran