Selasa, 20 Januari 2015

Penelitian Kuantitatif


Nama  : Muchamad Fatoni (14212740)

ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI PADA SHOWROOM MOBIL SECOND DI LIM MOTOR, JL. RAYA SULTAN AGUNG KM 28 NO 107
A. Rumusan masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah investasi dalam usaha Showroom Limo Motor di Jalan Raya Sultan Agung Km 28 No 107, Pondok Ungu, Bekasi Barat berdasarkan penelitian metode PP (Payback Period), NPV (Net Present Value), PI (Profitability Index), dan IRR (Internal Rate of Return) layak untuk diteruskan atau tidak?
B. Tujuan Penelitian
Mengetahui kelayakan investasi yang dilakukan untuk diteruskan atau tidaknya usaha Showroom Mobil Second ini dengan menggunakan metode PP (Payback Period), NPV (Net Present Value), PI (Profitability Index), dan IRR (Internal Rate of Return).
C. Landasan Teori
Studi kelayakan bisnis adalah suatu penelitian tentang dapat tidaknya suatu proyek dilaksakanakan dengan hasil. Menurut Subagyo (2008:7) Studi kelayakan adalah penelitian yang mendalam terhadap suatu ide bisnis tentang layak atau tidaknya ide tersebut dilaksanakan.
            Menurut Husein Umar (2003: 5) dalam bukunya “Studi Kelayakan Bisnis”, dengan teknik menganalisis kelayakan rencana bisnin secara komperhensif edisi ke-2, “Studi Kelayakan Bisnis adalah penelitian terhadap rencana bisnis yang tidak hanya menganalisis layak atau tidaknya suatu bisnis dibangun, tetapi juga saat dioperasionalkan secara rutin dalam rangka pencapaian keuntungan yang maksimal untuk waktu yang tidak ditentukan.
            Sedangkan menurut Kasmir, S.E., M.M & Jakfar, S.E., M.M (2007: 6) Studi Kelayakan adalah suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam tentang suatu usaha atau bisnis yang akan dijalankan, dalam rangka menentukan layak atau tidak usaha tersebut dijalankan.
D. Pengumpulan Data
a. Metode Observasi
            Metode Observasi merupakan teknik pengumpulan data, dimana peneliti melakukan pengamatan secara langsung ke objek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan (Riduwan, 2004 : 104).


b. Metode Wawancara
            yaitu cara untuk mengumpulkan data dengan mengajukan pertanyaan langsung kepada informan atau seorang autoritas “(seorang ahli yang berwenang dalam suatu masalah)” (Gorys Keraf, 2001 : 161)
            Wawancara adalah sebuah proses komunikasi berpasangan dengan suatu tujuan yang serius dan telah ditetapkan sebelumnya yang dirancang untuk bertukar perilaku dan melibatkan tanya jawab. (Charles Stewart dan W.B Cash)
c. Studi Pustaka
            Dilakukan dengan cara mempelajari buku-buku yang mendukung, termasuk didalamnya literature tentang penulisan dan mengenai hal-hal mendukung pembuatan program aplikasi.

E. Pengembangan instrumen

Tahapan dalam Studi Kelayakan Bisnis
1.    Penemuan Ide
Agar dapat menghasilkan ide proyek yang dapat menghasilak produk laku untuk dijual dan menguntungkan diperlukan penelitian yang terorganisasi dengan baik serta dukungan sumber daya yang memadai. Jika ide proyek lebih dari satu, dipilih dengan memperhatikan:
•   ide proyek sesuai dengan kata hatinya
•   pengambil keputusan mampu melibatkan diri dalam hal-hal yang sifatnya teknis
•   keyakinan akan kemampuan proyek menghasilkan laba.

2.    Tahap Penelitian
Setelah ide proyek terpilih, dilakukan penelitian yang lebih mendalam dengan metode ilmiah:
•   mengumpulkan data
•   mengolah data
•   menganalisis dan menginterpretasikan hasil pengolahan data
•   menyimpulkan hasil
•   membuat laporan hasil

3.  Tahap Evaluasi.
Evaluasi yaitu membandingkan sesuatu dengan satu atau lebih standar atau kriteria yang bersifat kuantitatif atau kualitatif. Ada 3 macam evaluasi:
•   mengevaluasi usaha proyek yang akan didirikan
•   mengevaluasi proyek yang akan dibangun
•   mengevaluasi bisnis yang sudah dioperasionalkan secara rutin
Dalam evaluasi bisnis yang akan dibandingkan adalah seluruh ongkos yang akan ditimbulkan oleh usulan bisnis serta manfaat atau benefit yang akan diperkirakan akan diperoleh.

4.   Tahap Pengurutan Usulan yang Layak
Jika terdapat lebih dari satu usulan rencana bisnis yang dianggap layak, perlu dilakukan pemilihan rencana bisnis yang mempunyai skor tertinggi jika dibanding usulan lain berdasar kriteria penilaian yang telah ditentukan.

5.   Tahap Rencana Pelaksanaan
Setelah rencana bisnis dipilih perlu dibuat rencana kerja pelaksanaan pembangunan proyek. Mulai dari penentuan jenis pekerjaan, jumlah dan kualifikasi tenaga perencana, ketersediaan dana dan sumber daya lain serta kesiapan manajemen.

6.   Tahap Pelaksanaan
Dalam realisasi pembangunan proyek diperlukan manajemen proyek. Setelah proyek selesai dikerjakan tahap selanjutnya adalah melaksanakan operasional bisnis secara rutin. Agar selalu bekerja secaa efektif dan efisien dalam rangka meningkatkan laba perusahaan, dalam operasional perlu kajian-kajian untuk mengevaluasi bisnis dari fungsi keuangan, pemasaran, produksi dan operasi.
F. Manfaat Studi Kelayakan Bisnis
Menurut Menurut Kasmir, S.E., M.M & Jakfar, S.E., M.M dalam bukunya Studi Kelayakan Bisnis Edisi Kedua (2009: 10) ada enam manfaat adanya kegiatan bisnis baik bagi perusahaan, pemerintah, maupun masyarakat, antara lain :

1.      Memperoleh keuntungan
Apabila suatu usaha dikatakan layak untuk dijalankan, maka akan memberikan keuntungan terutama keuntungan keuangan bagi pemilik bisnis. Keuntungan ini biasanya diukur dari nilai uang yang akan diperoleh dari hasil usaha yang dijalankan.



2.      Membuka peluang pekerjaan
Dengan adanya usaha, jelas akan membuka peluang pekerjaan kepada masyarakan, baik bagi masyarakat yang terlibat langsung dengan usaha atau masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi usaha. Adanya peluang pekerjaan ini akan memberikan pendapatan bagi masyarakat yang bekerja pada usaha tersebut. Begitu pula bagi masyarakat yang tinggal disekitar lokasi usaha dapat membuka berbagai macam usaha, sehingga masyarakat yang tadinya pengangguran dapat meningkatkan kesejahteraannya.
3.      Manfaat ekonomi
Secara umum manfaat ekonomi antara lain :
-          Menambah jumlah barang dan jasa.
-          Meningkatkan mutu produk.
-          Meningkatkan devisa.
-          Menghemat devisa.
-           
4.      Tersedia sarana dan prasarana
bisnis yang akan dijalankan disamping memberikan manfaat seperti diatas, juga memberikan manfaat bagi masyarakat secara luar, terutama bagi masyarakat sekitar bisnis yang akan dijalankan. Manfaat yang dirasakan seperti tersedianya sarana dan prasarana yang dibutuhkan, seperti jalan, telepon, air, penerangan, pendidikan, rumah sakit, rumah ibadah, sarana olahraga, serta sarana dan prasarana lainnya.

5.      Membuka isolasi wilayah
Untuk wilayah tertentu pembukaan suatu usaha misalnya perkebunan, jalan atau pelabuhan akan membuka isolasi wilayah. Wilayah yang tadinya tertutup menjadi terbuka, sehingga akses masyarakat akan menjadi lebih baik.

6.      Meningkatkan persatuan dan membantu pemerataan pembangunan
Dengan adanya proyek atau usaha biasanya pekerja yang bekerja dalam suatu proyek datang dari berbagai tempat di Indonesia, pertemuan dari berbagai daerah tersebut dapat meningkatkan persatuan. Kemudian dengan adanya proyek di berbagai daerah akan memberikan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah.


G. Analisis Data
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah penganggaran modal terlebih dahulu, lalu estimasikan nilai yang akan diperoleh atau aliran kas bersih (proceed) yaitu dengan cara :

Proceed = Keuntungan + Penyusutan Aktiva Tetap

Rumus mencari penyusutan aktiva tetap

            Setelah itu lakukan kriteria yang biasa digunakan untuk menentukan kelayakan suatu usaha, yaitu :
Payback Period (PP)
            Metode payback period (PP) merupakan teknik penelitian terhadap jangka waktu (periode) pengambilan investasi suatu proyek atau usaha. Perhitungan ini dapat dilihat dari perhitungan kas bersih (Proceed) yang diperoleh setiap tahun.
Ada 2 macam metode perhitungan yang akan digunakan dalam menghitung masa pengembalian investasi sebagai berikut :

Kriteria Penilaian        :
-          Terima, jika pembayaran kembali ≤ periode pembayaran kembali maksimum yang diterima.
-          Tolak, jika pembayaran kembali ≥ periode pembayaran kembali maksimum yang diterima
Net Present Value (NPV)
            Net Present Value (NPV) atau nilai bersih sekarang merupakan perbandingan antara PV kas bersih (PV of Proceed) dengan PV invesasi (Capital Outlays) selama umur investasi.
            Untuk menghitung NPV, terlebih dahulu kita harus tahu berapa PV kas bersihnya. PV kas bersih dapat dicari dengan jalan membuat dan menghitung dari cash flow perusahaan selama umur investasi tertentu.
            Rumus yang biasa digunakan dalam menghitung NPV adalah sebagai berikut

N.P.V = PV proceed – PV outlay

Keterangan      :
PV Proceed     = DF x Proceed
PV Outlays      = Harga perolehan atau harga beli
Kriteria            : jika nilai NPV bernilai positif, maka usulan investasi DITERIMA, dan jika nilai NPV negatif, maka usulan investasi DITOLAK




Profitability Index (PI)
            Profitability Index (PI) atau benefit and cost (B/C Ratio) merupakan aktivitas dari jumlah nilai sekarang penerimaan bersih dengan nilai sekarang pengeluaran investasi selama umur investasi. Rumus PI adalah :


Kriteria penelitian :
-          Jika PI > 1, usulan usaha dikatakan menguntungkan.
-          Jika PI < 1, usaha proyek tidak menguntungkan.

Internal Rate of Return (IRR)
            Internal Rate of Returns (IRR) merupakan indikator tingkat efisiensi dari suatu investasi. Suatu proyek atau investasi dapat dilakukan apabila laju pengembaliannya (rate of return) lebih besar daripada laju pengembalian ketika melakukan investasi ditempat lain (bunga deposito bank, reksadana dan lain-lain)
Cara yang digunakan, yaitu :


Dimana :
-                  : tingkat bunga 1 (tingkat discount rate yang menghasilkan NPV 1)
-                  : tingkat bunga 2 (tingkat discount rate yang menghasilkan NPV 2)
-           : Net Present Value 1
-            : Net Present Value 2
Kriteria penilaian :
-         Apabila IRR > daripada tingkat bunga, maka proyek ditolak.
-         Apabila IRR < daripada tingkat bunga, maka proyek diterima.

H. Kesimpulan
I. Saran