Rabu, 11 Mei 2016

conditional sentence

Ana Listiya Wardani (10212721)
Nadya Anisa Pramono (15212212)
Muchamad Fatoni (14212740)
Rina Rossiyana (16212393)
Sucianna Santry (17212268)
4EA20
Kelompok 6

Conditional Sentences

Conditional sentence (kalimat pengandaian)  adalah kalimat yang mengandaikan suatu keinginan, harapan, rencana, dan Iain-lain yang masih bisa terjadi [possible), sesuatu yang tak terpenuhi/angan-angan (unreal), dan tak ter- wujud


Contoh:

If I work hard, I will have a lot of money. (Jika aku bekerja keras, aku akan memiliki banyak uang)If I study English, I will get good score in TOEFL. (Jika aku belajar bahasa Inggris, aku akan mendapatkan nilai yang bagus dalam tes TOEFL)If I had a lot of money, I would buy an expensive car. (Jika aku memiliki banyak uang, aku akan membeli mobil yang mahal)If i were you, I would work in that foreign company. (Jika aku jadi kamu, aku akan bekerja di perusahaan asing itu)If I had got high score in the national examination, I would have studeid in a state university. (jika aku mendapatkan nilai yang bagus di ujian nasional, aku akan belajar disebuah perguruan tinggi negeri)We would have got the ticket if we had come earlier. (Kita akan mendapatkan tiket jika kita datang lebih awal.)

Catatan:

Terdapat dua bagian di dalam struktur kalimat pengadaian. yaitu induk Kalimat (main clause) dan anak kalimat (dalam bentuk if clause).

Contoh:

If I work hard, 1 will have a lot of money.

If clause                 main clause


Struktur atau posisi induk dan anak kalimat pada kalimat pengandaian dapat diubah-ubah

Contoh:

If I had got high score in the national examination, 1 would have entered state university.1 would have entered state university If I had got high score in the national examination.

Catatan:

Ketika posisi induk kalimat berada di depan, maka tidak perlu adanya pemisah berupa tanda koma (,) di antara induk dan anak kalimat.

Ketika posisi anak kalimat (if clause) berada di depan, maka digunakan pemisah berupa tanda koma (,).

Kinds Of Conditional Sentences

1. Kalimat pengandaian tipe 1 (type 1)Pola kalimat pengandaian tipe 1:

If + subject + VI (Simple Present Tense)+Subject + will + VI (Simple Present tense)

atau

If + subect + (be) present + adjective/noun+Subject + will be + adjective/noun

Contoh:

If I study hard, I will pass the final examination. (jika aku belajar dengan sungguh-sungguh, aku akan lulus dalam ujian akhir)


Keterangan:

> Kalimat pengandaian (conditional sentece) tipe 1 digunakan untuk mengungkapkan atau mengandaikan sesuatu yang belum terjadi pada waktu sekarang dan memiliki kemungkinan untuk terjadi dalam waktu dekat. Kalimat semacam ini menjelaskan untuk menyatakan suatu pola sebab dan akibat.

2. Kalimat pengandaian tipe 2 (type 2)

Pola kalimat pengandaian tipe 2

If + subject + V2/simple past tense + Subject + would + Vl/past future tense

atau

If + subject + were + adjective/noun + Subject + would be + adjective/noun


Keterangan:

Kalimat pengandaian (conditional sentence) tipe 2 merupakan kalimat yang digunakan untuk mengungkapkan sesuatu yang tidak mungkin terjadi atau yang bertentangan dengan kenyataan pada waktu sekarang. Kalimat dengan tipe ini biasanya digunakan untuk menyatakan suatu khayalan.Fakta: fakta yang diungkapkan oleh kalimat pengandaian tipe 2 adalah bahwa saat ini apa yang diandaikan itu tidak terjadi.

Contoh:

Condotional Sentence:

If I had long holiday, I would visit your home. (jika aku libur panjang, aku akan mengunjungi rumahmu)

Fakta/Fact :

I have not long holiday. (Aku tidak libur panjang)

Conditional Sentence:

If I were you, I would go to that party. (Kalau aku jadi kamu, aku akan pergi ke pesta itu)

Fact:

I am not you. (Aku bukan kamu)


Catatan : were digunakan baik oleh subjek tunggal maupun jamak. Namun. ada kalanya bentuk was digunakan pada subjek (I , he, she, it) ketika digunakan pada percakapan tidak formal.

Misalnya : If I was you. I would accept his invitation.


3. Kalimat pengandaian tipe 3 (type 3)

Pola kalimat pengandaian tipe 3:

If + subject + had + V3/past perfects + subject + would have + V3/past perfect

atau

if + subject + had been + adjective/noun + subject + would have been + adjective/noun

Keterangan:

Kalimat pengandaian (conditional sentence) tipe 3 adalah kalimat yang mengandaikan sesuatu yang sudah terjadi dan tidak terjadi di masa lalu. Tipe kalimat ini biasanya digunakan untuk menyatakan suatu penyesalan.Fakta yang diungkapkan dalam kalimat pengandaian ini adalah bahwa apa yang diandaikan tidak pernah terjadi di masa lalu.

Contoh:

Conditional Sentence:

If I were working in England, I would be living together with my family. (jika aku bekerja di Inggris. aku akan dapat tinggal bersama dengan keluargaku)


Fact:

I am not working in England. I am not living together with my family. (Aku tidak bekerja di Inggris. Aku tidak tinggal bersama dengan keluargaku)

Conditional sentence:

If I had been working in England last year. I would have been living together with my family. (Kalau aku bekerja di Inggris tahun kemarin, aku pasti tinggal bersama dengan keluargaku).

Fact:

I was not working in England. I was not living together with my family (aku tidak bekerja di Inggris. Aku tidak tinggal bersama dengan keluargaku)

Conditional sentence (kalimat pengandaian) dapat mengungkapkan kejadian atau pengandaian yang terjadi pada waktu yang berbeda. Misalnya, klausa if (anak kalimat) mengungkapkan kejadian pada waktu lampau [past), sedangkan induk kalimat mengungkapkan kejadian yang sekarang [present).

Contoh:

Conditional sentence:

If I had prepared some foods several hours ago, I would not be hungry right now. (Jika aku mempersiapkan makanan beberapa jam yang lalu, aku tidak akan lapar sekarang)

Fact:

I did not prepare some foods several hours ago so 1 am hungry right now. (Aku tidak mempersiapkan makanan beberapa jam yang lalu, jadi aku lapar sekarang).

Jika terdapat penggunaan were, had (past perfect), dan should terkadang terdapat penghilangan if.

Contoh:

Were I you, I would attend the state university entrance test.

Were I you = if I were you


Terdapat pola suatu kalimat yang mengindikasikan suatu kalimat pengandaian (conditional sentence)

Contoh:

I would have come to your party, but I had to go to my sister’s wedding party. (Kalau aku tidak harus pergi ke pesta pernikahan kakakku aku pasti akan datang ke pestamu).

Catatan:


Ada kalanya di dalam suatu kalimat tidak menyebutkan klausa IF secara eksplisit. Ketika klausa if disebutkan secara eksplisit maka kalimat di atas akan menjadi : If I had not had to go to my sister’s wedding party, 1 would have come to your party.

Jumat, 15 April 2016

Narrative sentence & pronoun

Narrative tenses are verb tenses that are used to talk about the past. They are often found in stories and descriptions of past events, such as personal anecdotes.

Example : The following are examples of narrative tenses:

a). Past simple – ‘We left on a rainy day’

b). Past continuous – ‘It was pouring down even at midday’

c). Past perfect – ‘It had rained off and on for ten days’

d). Past perfect continuous – ‘We had been waiting to escape for what seemed ages’ 


  Pronoun

   1.     Personal Pronoun (kata ganti orang)

Personal pronoun adalah kata ganti yang menunjukkan pada orang atau penamaan. Kata ganti orang ini digunakan sebagai subjek dan objek. Tabel di bawah ini menyenaraikan penggunaan tersebut.

Subjek

Objek

Arti

I

You

She

He

It

We

They

Me

You

Her

Him

It

Us

Them

Saya, aku

Kamu, Anda, kalian

Dia (perempuan)

Dia (laki-laki)

Dia, itu, -nya

Kita, kami

Mereka

Contoh kalimatnya:

§  Three days ago I met Ariel. Yesterday I met him again. [Tiga hari yang lalu saya bertemu Ariel. Kemarin saya bertemu dia lagi.]

§  My sister bought a new handphone. She loves it very much. [Saudara perempuan saya membeli sebuah handphone baru. Dia sangat menyukainya.]

§  Sule borrowed three books from the library. He must return them in two days. [Sule meminjam tiga buku dari perpustakaan. Dia harus mengembalikannya dalam dua hari.]


2. Possessive Pronoun (kata ganti milik)

Possessive pronoun adalah kata yang menunjukkan kepemilikan. Ada dua bentuk possessive pronoun yaitu dependent (ditempatkan sebelum suatu kata benda) dan independent (ditempatkan setelah suatu kata kerja). Untuk lebih jelasnya, silakan Anda lihat tabel di bawah ini.


Dependent

Independent

My

Your

His

Her

Its

Our

Their

Mine

Your

His

Hers

Its

Ours

Theirs


Contohnya:

*  This is my book. The book is mine. [Ini buku saya. Buku ini punya saya]

* This house is theirs. [Rumah ini milik mereka.]


3. Reflexive Pronoun

Reflexive pronoun adalah kata ganti yang menunjuk kegiatan untuk pelaku sendiri dalam kalimat bersangkutan, atau memberi penekanan pada unsur subjek atau objek. Kata ganti ini mendapat akhiran –self untuk bentuk tunggal, dan akhiran –selves untuk bentuk jamak.

Perhatikan tabel di bawah ini.


Reflexive Pronoun

Arti

Myself

Yourself/yourselves

Themselves

Ourselves

Himself

Herself

Itself

Saya sendiri

Kamu sendiri/kalian sendiri

Mereka sendiri

Kami sendiri

Dia sendiri (laki-laki)

Dia sendiri (perempuan)

Dia sendiri (benda atau binatang)


Contoh kalimatnya:

§  She laughed at herself. [Dia menertawakan dirinya sendiri.]

§  He himself drives to school. [Dia sendiri yang menyetir ke sekolah.]

§  I myself open the door. [Saya sendiri yang membuka pintu itu.]

§  My father cooked this meal himself. [Ayah saya memasak makanannya sendiri.]


4. Demonstrative Pronoun

Demonstrative pronoun merupakan kata ganti penunjuk berdasarkan kedekatan: dekat (this dan these) dan jauh (that dan those). Contoh kalimatnya sebagai berikut:

§  This is my mother, these are my sisters. [Ini ibu saya, ini adik-adik saya.]

§  That book is yours, those are mine. [Buku itu punyamu, itu punyaku.]


5. Interrogative Pronoun

Interrogative pronoun adalah kata-kata yang mempertanyakan orang atau benda. Ini antara lain: who, whom (siapa), whose (punya siapa), why (mengapa), which (yang mana), dan what (apa).

Contoh kalimatnya:

§  Who did you call? [Siapa yang kamu panggil?]

§  What did you order? [Apa yang kamu pesan?]

§  Why did you sell your cara? [Mengapa kamu jual mobilmu?]


6. Indefinite Pronoun

Indefinite pronoun adalah kata ganti yang mengacu pada seseorang atau sesuatu yang dianggap tidak tentu, seperti: somebody (seseorang), something, anything (sesuatu), everyone (setiap orang), dan everything (segala sesuatu).


7. Relative Pronoun

Relative pronoun adalah kata-kata yang merangkai suatu kata benda atau frasa kata benda dengan klausa penjelasnya, seperti who, whom, whose, which, dan that yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi kata yang.

Contoh kalimatnya:

§  I don’t like people who lose temper easily. [Saya tidak senang pada orang yang mudah naik pitam.]

§  Meong that I always feed everyday is my cat. [Meong yang saya beri makan setiap hari]

Jumat, 25 Maret 2016

Bahasa Inggris Bisnis



Choose one which is wrong from the four choices

1.        She has finish (A) working (B) in the laboratories, and now she began (C) to write (D) the result of her experiment.
Jawaban : A seharusnya adalah was finish bukan has finish

2.        No one would have attended (A)  the lecture if you told (B) the truth (C) about the guest speaker (D)
Jawaban : A Seharusnya adalah have attend bukan have attended
3.        If Rudy would have studied (A) German in college (B), he would have not found the scientific (C) terminology so  difficlut to undertand.(D)
Jawaban : A Tidak perlu kata have pada kata would have studied
4.        Our Spanish professor would like us spending more time in the laboratory practicing our pronunciation.
Jawaban : D Kata practicing tidak cocok untuk melanjutkan kalimat diatas.
5.        Marry usually arrives (A) at the office (B) at nine o’clock, but because (C) the strom, she was two hours (D) late.
Jawaban : D Kata keterangan waktu tersebut seharusnya berada dibelakang kalimat
6.        The director felt badly (A) about not giving (B) Mary the position that (C) she has sought (D) with his company.
Jawaban :  A Kata yang benar adalah bad, bukan badly
7.        The (A) president went (B) fishing after (C) he has finished (D) with the conference.
Jawaban : B Kata yang benar adalah afther he finished, tidak perlu kata has
8.        Where (A) do you live now? I live (B) in Utah, my parents (C) also do.(D)
Jawaban : D Karena seharusnya my parents too
9.        After she had bought(A) himself(B) and automobile, she(C) sholder(D) bicycle.
Jawaban : D Bukan merupakan kata yang tepat
10.    The next important (A)question we have to decide(B) is when we have (C) to submitting (D) the proposal.
Jawaban : D Karena tidak memerlukan verb-ing untuk kata kerja yg tidak sedang dilakukan
11.    George hasn’t (A) completed the assignment(B) yet(C), and Maria hasn’t either.(D)
Jawaban : C Karena sudah dinyatakan dengan hasn’t completed, jadi tidak perlu kata yet.
12.    After George had returned (A) to his house(B), he (C)was reading(D) a book.
Jawaban : D Karena kata yang benar adalah wa read bukan was reading
13.    The manager has finished(A) working(B) on the report(C) last night, and now she will begin to write(D) the other
proposal.
Jawaban : B Karena sudah terdapat verb di depannya
14.    After take(A) the medication(B), the patient became(C) drowsy and more manageable(D).
Jawaban : B Harusya adalah medicine bukan medication
15.    Because (A)Sam and Jack had done(B) all the work theirselves(C), they were unwilling to give(D) the result to Joana.
Jawaban : B Kata yang tepat adalah have done bukan had done
16.    It(A) was him(B) who(C) came running(D) into the classroom with the news.
Jawaban : D Verb yang digunakan harusnya bukan verb-ing
17.    If crisis would occur(A), those unfamiliar(B) with the(C) procedures would not know how to handle(D) the situation.
Jawaban : C
18.    Anybody who plans(A) to attend (B)the meeting ought send (C)a short note to the(D) chairperson.
Jawaban : A Karena didahului kata pengganti who, maka tidak butuh
19.    Louise is the more (A)capable of the(B) three girls who have tried(C) out for the part in(D) the play.
Jawaban : A Karena tidak memerlukan kata the.
20.    Despite(A) his smiling(B) face, the second-place contestant(C) is more sadder than(D) the winner.
Jawaban : D Karena kata perbandingan sadder tidak memerlukan kata more.
21.    It has been(A) a long time(B) since (C)we have talked, isn’t it (D)?        
Jawaban : D Karena kata diawal kalimat menggunakan it has, bukan it is.
22.    He is the only (A)candidate who(B) the faculty members voted not to retain(C) on the list of eligible replacement (D)fot Professor Kate.
Jawaban : B Harusnya menggunakan kata that atau which

Sabtu, 30 Mei 2015

Bahasa Indonesia (3)

Pengertian Penyusunan Sintesis.

Sintesis diartikan sebagai komposisi atau kombinasi bagian-bagian atauelemen-elemen yang membentuk satu kesatuan. Selain itu, sintesis juga diartikansebagai kombinasi konsep yang berlainan menjadi satu secara koheren,
dan penalaran induktif atau kombinasi dialektika dari tesis dan antitesis untukmemperoleh kebenaran yang lebih tinggi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
(2003) sintesis diartikan sebagai “paduan berbagai pengertian atau hal s
ehinggamerupakan kesatuan yang selaras atau penentuan hukum yang umum berdasarkan
hukum yang khusus.” Pengertian ini sejalan dengan pendapat Kattsoff (1986)
yang menyatakan bahwa maksud sintesis yang utama adalah mengumpulkansemua pengetahuan yang dapat diperoleh untuk menyusun suatu pandangan dunia.
Cara Membuat Sintesis Tulisan
Sejumlah syarat yang harus diperhatikan oleh penulis dalam membuat sintesis, diantaranya :
·         Penulis harus bersikap objektif dan kritis atas teks yang digunakannya.
·         Bersikap kritis atas sumber yang dibacanya.
·         Sudut pandang penulis harus tajam.
·         Penulis harus dapat mencari kaitan antara satu sumber dengan sumber lainnya, dan
·         Penulis harus menekankan pada bagian sumber yang diperlukannya.
Cara Membuat Tulisan Dari Bahan Bacaan Yang Beragam
Sebuah keterampilan. Tidak semua orang mampu dengan cermat dan tepat membuat tulisan dari bahan bacaan yang dibacanya. menggariskan cara yang berbeda  dan kita dapat mengubah produk data anda untuk mengoptimalkan pengungkapan, Sering kali ini memerlukan produk informasi lebih dari yang kita sediakan. Masing-masing laporan berlaku untuk jumlah produk yang tercantum.

KARANGAN ILMIAH

Karangan ilmiah
Karangan ilmiah merupakan suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isisnya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/ keilmiahannya.”—Eko Susilo, M. 1995:11
Tujuan dari pembuatan karangan ilmiah, antara lain :
·         Memberi penjelasan
·         Memberi komentar atau penilaian
·         Memberi saran
·         Menyampaikan sanggahan
·         Membuktikan hipotesa
Karya ilmiah adalah suatu karya dalam bidang ilmu pengetahuan (science) dan teknologi yang berbentuk ilmiah. Suatu karya dapat dikatakan ilmiah apabila proses perwujudannya lewat metode ilmiah. Jonnes (1960) memberikan ketentuan ilmiah, antara lain dengan sifat fakta yang disajikan dan metode penulisannya.
Skripsi, Tesis, Disertasi
Skripsi; adalah karya tulis (ilmiah) mahasiswa untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana (S1). Skripsi ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain. Pendapat tersebut didukung data dan fakta empiris-obyektif, baik berdasarkan penelitian langsung, observasi lapangan / penelitian di laboratorium, ataupun studi kepustakaan. Skripsi menuntut kecermatan metodologis hingga menggaransi ke arah sumbangan material berupa penemuan baru.
Tesis; adalah jenis karya tulis dari hasil studi sistematis atas masalah. Tesis mengandung metode pengumpulan, analisis dan pengolahan data, dan menyajikan kesimpulan serta mengajukan rekomendasi. Orisinalitas tesis harus nampak, yaitu dengan menunjukkan pemikiran yang bebas dan kritis. Penulisannya baku dan tesis dipertahankan dalam sidang. Tesis juga bersifat argumentative dan dihasilkan dari suatu proses penelitian yang memiliki bobot orisinalitas tertentu.
Disertasi; adalah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan program S3 ilmu pendidikan. Disertasi merupakan bukti kemampuan yang bersangkutan dalam melakukan penelitian yang berhubungan dengan penemuan baru dalam salah satu disiplin ilmu pendidikan.
Karangan ilmiah popular
Karangan ilmiah populer merupakan karya ilmiah yang bentuk, isi, dan bahasanya menggunakan kaidah-kaidah keilmuan, serta disajikan dalam bahasa yang santai dan mudah dipahami oleh masyarakat awam.
Karya ilmiah (Dalman, 2012:113-114) memiliki ciri-ciri yang dapat dikaji minimal dari empat aspek, yaitu :
Struktur. Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal, bagian inti dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan.
Komponen dan Substansi. Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.
Sikap Penulis. Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan kata atau gaya bahasa impersonal.
Penggunaan Bahasa. Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata atau istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.
Laporan
Laporan ialah karya tulis ilmiah yang dibuat oelh seseorang atau sekelompok orang yang berhubungan secara struktural atau kedinasan setelah melaksanakan tugas yang diberikan. Laporan harus memuat data yang tepat dan benar serta objektif dan sistematis sehingga dapat dijadikan ukuran untuk membuat pertimbangan dan keputusan.
Dasar Membuat Laporan
Terdapat 5 hal yang menjadi dasar dalam membuat laporan, antara lain:

1. Kegiatan menulis laporan ilmiah merupakan kegiatan utama terakhir dari suatu kegiatan ilmiah.
2. Laporan ilmiah mengemukakan permasalahan yang ditulis secara benar, jelas, terperinci, dan ringkas.
3. Laporan ilmiah merupakan media yang baik untuk berkomunikasi di lingkungan akademisi atau sesama ilmuwan.
4. Laporan ilmiah merupakan suatu dokumen tentang kegiatan ilmiah dalam memecahkan masalah secara jujur, jelas, dan tepat tentang prosedur, alat, hasil temuan, serta implikasinya.
5. Laporan ilmiah dapat digunakan sebagai acuan bagi ilmuwan lain sehingga syarat-syarat tulisan ilmiah berlaku juga untuk laporan.

JURNAL ILMIAH

Jurnal ilmiah adalah majalah publikasi yang memuat KTI (Karya Tulis Ilmiah) yang secara nyata mengandung data dan informasi yang mengajukan iptek dan ditulis sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan ilmiah serta diterbitkan secara berkala. (Hakim, 2012)
Jurnal ilmiah wajib memenuhi persyaratan administratif sebagai berikut :
·         Memiliki International Standard Serial Number (ISSN).
·         Memiliki mitra bestari paling sedikit 4 (empat) orang.
Diterbitkan secara teratur dengan frekuensi paling sedikit dua kali dalam setahun, kecuali majalah ilmiah dengan cakupan keilmuan spesialisasi dengan frekuensi satu kali dalam satu tahun.
Bertiras tiap kali penerbitan paling sedikit berjumlah 300 eksemplar, kecuali majalah ilmiah yang menerbitkan sistem jurnal elektronik (e-journal) dan majalah ilmiah yang menerapkan sistem daring (online) dengan persyaratan sama dengan persyaratan majalah ilmiah tercetak.
Memuat artikel utama tiap kali penerbitan berjumlah paling sedikit 5 (lima), selain dapat ditambahkan dengan artikel komunikasi pendek yang dibatasi paling banyak 3 (tiga) buah.
Sumber data dan informasi ilmiah yang dijadikan dasar dalam penyusunan KTI (karya tulis ilmiah) seperti jurnal ilmiah adalah tulisan yang mengandung data dan informasi yang memajukan iptek serta ditulis sesuai kaidah-kaidah ilmiah.

KONSEP MENULIS LAPORAN ILMIAH

KONSEP LAPORAN ILMIAH
Karya tulis ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta umum dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar
·         Jenis – jenis Laporan
·         laporan berbentuk formulir
·         laporan berbentuk surat
·         laporan berbentuk memorandum (memo)
·         laporan berbentuk naskah
·         laporan berbentuk buku
Ciri-ciri Laporan
Penggunaan bahasa yang ilmiah (baku).
Dalam penulisan laporan hanya menerima tulisan dengan jenis perintah bukan tanya.
Laporan disertakan dengan identifikasi masalah
Data yang lengkap sebagai pendukung laporan
Adanya kesimpulan dan saran
Laporan dibuat menarik dan juga interaktif
Syarat-syarat pembuatan Laporan
Clear : Kejelasan suatu laporan diperlukan baik kejelasan dalam pemakaian bahasa, istilah, maupun kata-kata harus yang mudah dicerna, dipahami dan dimengerti bagi si pembaca.
Mengenai sasaran permasalahannya : Caranya dengan jalan menghindarkan pemakaian kata-kata yang membingungkan atau tidak muluk-muluk, demikian juga hal dalam penyusunan kata-kata maupun kalimat harus jelasm singkat jangan sampai melantur kemana-mana dan bertele-tele yang membuat si pembaca laporan semakin bingung dan tidak mengerti.
Lengkap (complete) : Kelengkapan tersebut menyangkut :#. Permasalahan yang dibahas harus sudah terselesaikan semua sehingga tidak menimbulkan tanda tanya#. Pembahasan urutan permasalahan harus sesuai dengan prioritas penting tidaknya permasalahan diselesaikan
Tepat waktu dan cermat : Tepat waktu sangat diperlukan dalam penyampaian laporan kepada pihak-pihak yang membutuhkan karena pihak yang membutuhkan laporan untuk menghadapi masalah-masalah yang bersifat mendadak membutuhkan pembuatan laporan yang bisa diusahakan secepat-cepatnya dibuat dan disampaikan.
Tetap (consistent) : Laporan yang didukung data-data yang bersifat tetap dalam arti selalu akurat dan tidak berubah-ubah sesuai dengan perubahan waktu dan keadaan akan membuat suatu laporan lebih dapat dipercaya dan diterima.
Objective dan Factual : Pembuatan laporan harus berdasarkan fakta-fakta yang bisa dibuktikan kebenarannya maupun dibuat secara obyektif.
Harus ada proses timbal balik : Laporan yang baik harus bisa dipahami dan dimengerti sehingga menimbulkan gairah dan minat si pembaca ; b. Jika si pembaca memberikan respon berarti menunjukkan adanya proses timbal balik yang bisa memanfaatkan secara pemberi laporan maupun si pembaca laporan