Ana Listiya Wardani (10212721)
Nadya Anisa Pramono (15212212)
Muchamad Fatoni (14212740)
Rina Rossiyana (16212393)
Sucianna Santry (17212268)
4EA20
Kelompok 6
Conditional Sentences
Conditional sentence (kalimat pengandaian) adalah kalimat yang mengandaikan suatu keinginan, harapan, rencana, dan Iain-lain yang masih bisa terjadi [possible), sesuatu yang tak terpenuhi/angan-angan (unreal), dan tak ter- wujud
Contoh:
If I work hard, I will have a lot of money. (Jika aku bekerja keras, aku akan memiliki banyak uang)If I study English, I will get good score in TOEFL. (Jika aku belajar bahasa Inggris, aku akan mendapatkan nilai yang bagus dalam tes TOEFL)If I had a lot of money, I would buy an expensive car. (Jika aku memiliki banyak uang, aku akan membeli mobil yang mahal)If i were you, I would work in that foreign company. (Jika aku jadi kamu, aku akan bekerja di perusahaan asing itu)If I had got high score in the national examination, I would have studeid in a state university. (jika aku mendapatkan nilai yang bagus di ujian nasional, aku akan belajar disebuah perguruan tinggi negeri)We would have got the ticket if we had come earlier. (Kita akan mendapatkan tiket jika kita datang lebih awal.)
Catatan:
Terdapat dua bagian di dalam struktur kalimat pengadaian. yaitu induk Kalimat (main clause) dan anak kalimat (dalam bentuk if clause).
Contoh:
If I work hard, 1 will have a lot of money.
If clause main clause
Struktur atau posisi induk dan anak kalimat pada kalimat pengandaian dapat diubah-ubah
Contoh:
If I had got high score in the national examination, 1 would have entered state university.1 would have entered state university If I had got high score in the national examination.
Catatan:
Ketika posisi induk kalimat berada di depan, maka tidak perlu adanya pemisah berupa tanda koma (,) di antara induk dan anak kalimat.
Ketika posisi anak kalimat (if clause) berada di depan, maka digunakan pemisah berupa tanda koma (,).
Kinds Of Conditional Sentences
1. Kalimat pengandaian tipe 1 (type 1)Pola kalimat pengandaian tipe 1:
If + subject + VI (Simple Present Tense)+Subject + will + VI (Simple Present tense)
atau
If + subect + (be) present + adjective/noun+Subject + will be + adjective/noun
Contoh:
If I study hard, I will pass the final examination. (jika aku belajar dengan sungguh-sungguh, aku akan lulus dalam ujian akhir)
Keterangan:
> Kalimat pengandaian (conditional sentece) tipe 1 digunakan untuk mengungkapkan atau mengandaikan sesuatu yang belum terjadi pada waktu sekarang dan memiliki kemungkinan untuk terjadi dalam waktu dekat. Kalimat semacam ini menjelaskan untuk menyatakan suatu pola sebab dan akibat.
2. Kalimat pengandaian tipe 2 (type 2)
Pola kalimat pengandaian tipe 2
If + subject + V2/simple past tense + Subject + would + Vl/past future tense
atau
If + subject + were + adjective/noun + Subject + would be + adjective/noun
Keterangan:
Kalimat pengandaian (conditional sentence) tipe 2 merupakan kalimat yang digunakan untuk mengungkapkan sesuatu yang tidak mungkin terjadi atau yang bertentangan dengan kenyataan pada waktu sekarang. Kalimat dengan tipe ini biasanya digunakan untuk menyatakan suatu khayalan.Fakta: fakta yang diungkapkan oleh kalimat pengandaian tipe 2 adalah bahwa saat ini apa yang diandaikan itu tidak terjadi.
Contoh:
Condotional Sentence:
If I had long holiday, I would visit your home. (jika aku libur panjang, aku akan mengunjungi rumahmu)
Fakta/Fact :
I have not long holiday. (Aku tidak libur panjang)
Conditional Sentence:
If I were you, I would go to that party. (Kalau aku jadi kamu, aku akan pergi ke pesta itu)
Fact:
I am not you. (Aku bukan kamu)
Catatan : were digunakan baik oleh subjek tunggal maupun jamak. Namun. ada kalanya bentuk was digunakan pada subjek (I , he, she, it) ketika digunakan pada percakapan tidak formal.
Misalnya : If I was you. I would accept his invitation.
3. Kalimat pengandaian tipe 3 (type 3)
Pola kalimat pengandaian tipe 3:
If + subject + had + V3/past perfects + subject + would have + V3/past perfect
atau
if + subject + had been + adjective/noun + subject + would have been + adjective/noun
Keterangan:
Kalimat pengandaian (conditional sentence) tipe 3 adalah kalimat yang mengandaikan sesuatu yang sudah terjadi dan tidak terjadi di masa lalu. Tipe kalimat ini biasanya digunakan untuk menyatakan suatu penyesalan.Fakta yang diungkapkan dalam kalimat pengandaian ini adalah bahwa apa yang diandaikan tidak pernah terjadi di masa lalu.
Contoh:
Conditional Sentence:
If I were working in England, I would be living together with my family. (jika aku bekerja di Inggris. aku akan dapat tinggal bersama dengan keluargaku)
Fact:
I am not working in England. I am not living together with my family. (Aku tidak bekerja di Inggris. Aku tidak tinggal bersama dengan keluargaku)
Conditional sentence:
If I had been working in England last year. I would have been living together with my family. (Kalau aku bekerja di Inggris tahun kemarin, aku pasti tinggal bersama dengan keluargaku).
Fact:
I was not working in England. I was not living together with my family (aku tidak bekerja di Inggris. Aku tidak tinggal bersama dengan keluargaku)
Conditional sentence (kalimat pengandaian) dapat mengungkapkan kejadian atau pengandaian yang terjadi pada waktu yang berbeda. Misalnya, klausa if (anak kalimat) mengungkapkan kejadian pada waktu lampau [past), sedangkan induk kalimat mengungkapkan kejadian yang sekarang [present).
Contoh:
Conditional sentence:
If I had prepared some foods several hours ago, I would not be hungry right now. (Jika aku mempersiapkan makanan beberapa jam yang lalu, aku tidak akan lapar sekarang)
Fact:
I did not prepare some foods several hours ago so 1 am hungry right now. (Aku tidak mempersiapkan makanan beberapa jam yang lalu, jadi aku lapar sekarang).
Jika terdapat penggunaan were, had (past perfect), dan should terkadang terdapat penghilangan if.
Contoh:
Were I you, I would attend the state university entrance test.
Were I you = if I were you
Terdapat pola suatu kalimat yang mengindikasikan suatu kalimat pengandaian (conditional sentence)
Contoh:
I would have come to your party, but I had to go to my sister’s wedding party. (Kalau aku tidak harus pergi ke pesta pernikahan kakakku aku pasti akan datang ke pestamu).
Catatan:
Ada kalanya di dalam suatu kalimat tidak menyebutkan klausa IF secara eksplisit. Ketika klausa if disebutkan secara eksplisit maka kalimat di atas akan menjadi : If I had not had to go to my sister’s wedding party, 1 would have come to your party.
Muchamad Fatoni | FEM UG'12 | NPM : 14212740 | 1EA23 and now 2EA20
Rabu, 11 Mei 2016
Jumat, 15 April 2016
Narrative sentence & pronoun
Narrative tenses are verb tenses that are used to talk about the past. They are often found in stories and descriptions of past events, such as personal anecdotes.
Example : The following are examples of narrative tenses:
a). Past simple – ‘We left on a rainy day’
b). Past continuous – ‘It was pouring down even at midday’
c). Past perfect – ‘It had rained off and on for ten days’
d). Past perfect continuous – ‘We had been waiting to escape for what seemed ages’
Pronoun
1. Personal Pronoun (kata ganti orang)
Personal pronoun adalah kata ganti yang menunjukkan pada orang atau penamaan. Kata ganti orang ini digunakan sebagai subjek dan objek. Tabel di bawah ini menyenaraikan penggunaan tersebut.
Subjek
Objek
Arti
I
You
She
He
It
We
They
Me
You
Her
Him
It
Us
Them
Saya, aku
Kamu, Anda, kalian
Dia (perempuan)
Dia (laki-laki)
Dia, itu, -nya
Kita, kami
Mereka
Contoh kalimatnya:
§ Three days ago I met Ariel. Yesterday I met him again. [Tiga hari yang lalu saya bertemu Ariel. Kemarin saya bertemu dia lagi.]
§ My sister bought a new handphone. She loves it very much. [Saudara perempuan saya membeli sebuah handphone baru. Dia sangat menyukainya.]
§ Sule borrowed three books from the library. He must return them in two days. [Sule meminjam tiga buku dari perpustakaan. Dia harus mengembalikannya dalam dua hari.]
2. Possessive Pronoun (kata ganti milik)
Possessive pronoun adalah kata yang menunjukkan kepemilikan. Ada dua bentuk possessive pronoun yaitu dependent (ditempatkan sebelum suatu kata benda) dan independent (ditempatkan setelah suatu kata kerja). Untuk lebih jelasnya, silakan Anda lihat tabel di bawah ini.
Dependent
Independent
My
Your
His
Her
Its
Our
Their
Mine
Your
His
Hers
Its
Ours
Theirs
Contohnya:
* This is my book. The book is mine. [Ini buku saya. Buku ini punya saya]
* This house is theirs. [Rumah ini milik mereka.]
3. Reflexive Pronoun
Reflexive pronoun adalah kata ganti yang menunjuk kegiatan untuk pelaku sendiri dalam kalimat bersangkutan, atau memberi penekanan pada unsur subjek atau objek. Kata ganti ini mendapat akhiran –self untuk bentuk tunggal, dan akhiran –selves untuk bentuk jamak.
Perhatikan tabel di bawah ini.
Reflexive Pronoun
Arti
Myself
Yourself/yourselves
Themselves
Ourselves
Himself
Herself
Itself
Saya sendiri
Kamu sendiri/kalian sendiri
Mereka sendiri
Kami sendiri
Dia sendiri (laki-laki)
Dia sendiri (perempuan)
Dia sendiri (benda atau binatang)
Contoh kalimatnya:
§ She laughed at herself. [Dia menertawakan dirinya sendiri.]
§ He himself drives to school. [Dia sendiri yang menyetir ke sekolah.]
§ I myself open the door. [Saya sendiri yang membuka pintu itu.]
§ My father cooked this meal himself. [Ayah saya memasak makanannya sendiri.]
4. Demonstrative Pronoun
Demonstrative pronoun merupakan kata ganti penunjuk berdasarkan kedekatan: dekat (this dan these) dan jauh (that dan those). Contoh kalimatnya sebagai berikut:
§ This is my mother, these are my sisters. [Ini ibu saya, ini adik-adik saya.]
§ That book is yours, those are mine. [Buku itu punyamu, itu punyaku.]
5. Interrogative Pronoun
Interrogative pronoun adalah kata-kata yang mempertanyakan orang atau benda. Ini antara lain: who, whom (siapa), whose (punya siapa), why (mengapa), which (yang mana), dan what (apa).
Contoh kalimatnya:
§ Who did you call? [Siapa yang kamu panggil?]
§ What did you order? [Apa yang kamu pesan?]
§ Why did you sell your cara? [Mengapa kamu jual mobilmu?]
6. Indefinite Pronoun
Indefinite pronoun adalah kata ganti yang mengacu pada seseorang atau sesuatu yang dianggap tidak tentu, seperti: somebody (seseorang), something, anything (sesuatu), everyone (setiap orang), dan everything (segala sesuatu).
7. Relative Pronoun
Relative pronoun adalah kata-kata yang merangkai suatu kata benda atau frasa kata benda dengan klausa penjelasnya, seperti who, whom, whose, which, dan that yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi kata yang.
Contoh kalimatnya:
§ I don’t like people who lose temper easily. [Saya tidak senang pada orang yang mudah naik pitam.]
§ Meong that I always feed everyday is my cat. [Meong yang saya beri makan setiap hari]
Jumat, 25 Maret 2016
Bahasa Inggris Bisnis
Choose one which is wrong from the four choices
1.
She has finish (A) working
(B) in the laboratories, and now she began (C) to write (D) the
result of her experiment.
Jawaban
: A seharusnya
adalah was finish bukan has finish
2.
No one would have attended (A) the lecture if you told (B) the
truth (C) about the guest speaker (D)
Jawaban
: A Seharusnya adalah have attend bukan have attended
3.
If Rudy would have studied (A)
German in college (B), he would have not found the scientific (C)
terminology so difficlut to undertand.(D)
Jawaban
: A Tidak
perlu kata have pada kata would have studied
4.
Our Spanish professor would like us
spending more time in the laboratory practicing our
pronunciation.
Jawaban
: D Kata
practicing tidak cocok untuk melanjutkan kalimat diatas.
5.
Marry usually arrives (A) at
the office (B) at nine o’clock, but because (C) the strom, she was two
hours (D) late.
Jawaban
: D Kata
keterangan waktu tersebut seharusnya berada dibelakang kalimat
6.
The director felt badly (A) about
not giving (B) Mary the position that (C) she has sought (D)
with his company.
Jawaban
: A Kata yang benar adalah bad, bukan badly
7.
The
(A) president went (B) fishing after (C) he has finished (D)
with the conference.
Jawaban
: B Kata yang benar
adalah afther he finished, tidak perlu kata has
8.
Where (A)
do you live now? I live (B) in Utah, my parents (C) also do.(D)
Jawaban
: D Karena
seharusnya my parents too
9.
After she had bought(A) himself(B)
and automobile, she(C) sholder(D) bicycle.
Jawaban
: D Bukan
merupakan kata yang tepat
10. The
next important (A)question we have to decide(B) is when we
have (C) to submitting (D) the proposal.
Jawaban
: D Karena
tidak memerlukan verb-ing untuk kata kerja yg tidak sedang dilakukan
11. George
hasn’t (A) completed the assignment(B) yet(C), and Maria hasn’t
either.(D)
Jawaban
: C Karena
sudah dinyatakan dengan hasn’t completed, jadi tidak perlu kata yet.
12. After
George had returned (A) to his house(B), he (C)was reading(D) a
book.
Jawaban
: D Karena
kata yang benar adalah wa read bukan was reading
13. The
manager has finished(A) working(B) on the report(C) last night, and
now she will begin to write(D) the other
proposal.
Jawaban
: B Karena
sudah terdapat verb di depannya
14. After
take(A) the medication(B), the patient became(C) drowsy and more
manageable(D).
Jawaban
: B Harusya
adalah medicine bukan medication
15. Because
(A)Sam and Jack had done(B) all the work theirselves(C), they were
unwilling to give(D) the result to Joana.
Jawaban
: B Kata
yang tepat adalah have done bukan had done
16. It(A)
was him(B) who(C) came running(D) into the classroom with the news.
Jawaban
: D Verb
yang digunakan harusnya bukan verb-ing
17. If
crisis would occur(A), those unfamiliar(B) with the(C) procedures
would not know how to handle(D) the situation.
Jawaban
: C
18. Anybody
who plans(A) to attend (B)the meeting ought send (C)a short note to
the(D) chairperson.
Jawaban
: A Karena
didahului kata pengganti who, maka tidak butuh
19. Louise
is the more (A)capable of the(B) three girls who have tried(C) out
for the part in(D) the play.
Jawaban
: A Karena
tidak memerlukan kata the.
20. Despite(A)
his smiling(B) face, the second-place contestant(C) is more sadder
than(D) the winner.
Jawaban
: D Karena
kata perbandingan sadder tidak memerlukan kata more.
21. It
has been(A) a long time(B) since (C)we have talked, isn’t
it (D)?
Jawaban
: D Karena
kata diawal kalimat menggunakan it has, bukan it is.
22. He
is the only (A)candidate who(B) the faculty members voted not to
retain(C) on the list of eligible replacement (D)fot
Professor Kate.
Jawaban
: B Harusnya
menggunakan kata that atau which
Sabtu, 30 Mei 2015
Bahasa Indonesia (3)
Pengertian Penyusunan Sintesis.
Sintesis
diartikan sebagai komposisi atau kombinasi bagian-bagian atauelemen-elemen yang
membentuk satu kesatuan. Selain itu, sintesis juga diartikansebagai kombinasi
konsep yang berlainan menjadi satu secara koheren,
dan penalaran induktif atau kombinasi dialektika dari tesis dan antitesis untukmemperoleh
kebenaran yang lebih tinggi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
(2003)
sintesis diartikan sebagai “paduan berbagai pengertian atau hal s
ehinggamerupakan
kesatuan yang selaras atau penentuan hukum yang umum berdasarkan
hukum
yang khusus.” Pengertian ini sejalan dengan pendapat Kattsoff (1986)
yang
menyatakan bahwa maksud sintesis yang utama adalah mengumpulkansemua
pengetahuan yang dapat diperoleh untuk menyusun suatu pandangan dunia.
Cara
Membuat Sintesis Tulisan
Sejumlah
syarat yang harus diperhatikan oleh penulis dalam membuat sintesis, diantaranya
:
·
Penulis harus
bersikap objektif dan kritis atas teks yang digunakannya.
·
Bersikap kritis
atas sumber yang dibacanya.
·
Sudut pandang
penulis harus tajam.
·
Penulis harus dapat
mencari kaitan antara satu sumber dengan sumber lainnya, dan
·
Penulis harus
menekankan pada bagian sumber yang diperlukannya.
Cara
Membuat Tulisan Dari Bahan Bacaan Yang Beragam
Sebuah
keterampilan. Tidak semua orang mampu dengan cermat dan tepat membuat tulisan
dari bahan bacaan yang dibacanya. menggariskan cara yang berbeda dan kita
dapat mengubah produk data anda untuk mengoptimalkan pengungkapan, Sering kali
ini memerlukan produk informasi lebih dari yang kita sediakan. Masing-masing
laporan berlaku untuk jumlah produk yang tercantum.
KARANGAN
ILMIAH
Karangan
ilmiah
Karangan
ilmiah merupakan suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat
keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam
bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan
yang bersantun bahasa dan isisnya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/
keilmiahannya.”—Eko Susilo, M. 1995:11
Tujuan
dari pembuatan karangan ilmiah, antara lain :
·
Memberi penjelasan
·
Memberi komentar
atau penilaian
·
Memberi saran
·
Menyampaikan
sanggahan
·
Membuktikan
hipotesa
Karya
ilmiah adalah suatu karya dalam bidang ilmu pengetahuan (science) dan teknologi
yang berbentuk ilmiah. Suatu karya dapat dikatakan ilmiah apabila proses
perwujudannya lewat metode ilmiah. Jonnes (1960) memberikan ketentuan ilmiah,
antara lain dengan sifat fakta yang disajikan dan metode penulisannya.
Skripsi,
Tesis, Disertasi
Skripsi;
adalah karya tulis (ilmiah) mahasiswa untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar
sarjana (S1). Skripsi ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain. Pendapat
tersebut didukung data dan fakta empiris-obyektif, baik berdasarkan penelitian
langsung, observasi lapangan / penelitian di laboratorium, ataupun studi
kepustakaan. Skripsi menuntut kecermatan metodologis hingga menggaransi ke arah
sumbangan material berupa penemuan baru.
Tesis;
adalah jenis karya tulis dari hasil studi sistematis atas masalah. Tesis
mengandung metode pengumpulan, analisis dan pengolahan data, dan menyajikan
kesimpulan serta mengajukan rekomendasi. Orisinalitas tesis harus nampak, yaitu
dengan menunjukkan pemikiran yang bebas dan kritis. Penulisannya baku dan tesis
dipertahankan dalam sidang. Tesis juga bersifat argumentative dan dihasilkan
dari suatu proses penelitian yang memiliki bobot orisinalitas tertentu.
Disertasi;
adalah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan
program S3 ilmu pendidikan. Disertasi merupakan bukti kemampuan yang
bersangkutan dalam melakukan penelitian yang berhubungan dengan penemuan baru
dalam salah satu disiplin ilmu pendidikan.
Karangan
ilmiah popular
Karangan
ilmiah populer merupakan karya ilmiah yang bentuk, isi, dan bahasanya
menggunakan kaidah-kaidah keilmuan, serta disajikan dalam bahasa yang santai
dan mudah dipahami oleh masyarakat awam.
Karya
ilmiah (Dalman, 2012:113-114) memiliki ciri-ciri yang dapat dikaji minimal dari
empat aspek, yaitu :
Struktur.
Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal,
bagian inti dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti,
sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan.
Komponen
dan Substansi. Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun
semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar
pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya
abstrak.
Sikap
Penulis. Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan
dengan menggunakan kata atau gaya bahasa impersonal.
Penggunaan
Bahasa. Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang
tercermin dari pilihan kata atau istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif
dengan struktur yang baku.
Laporan
Laporan
ialah karya tulis ilmiah yang dibuat oelh seseorang atau sekelompok orang yang
berhubungan secara struktural atau kedinasan setelah melaksanakan tugas yang
diberikan. Laporan harus memuat data yang tepat dan benar serta objektif dan
sistematis sehingga dapat dijadikan ukuran untuk membuat pertimbangan dan
keputusan.
Dasar
Membuat Laporan
Terdapat
5 hal yang menjadi dasar dalam membuat laporan, antara lain:
1.
Kegiatan menulis laporan ilmiah merupakan kegiatan utama terakhir dari suatu
kegiatan ilmiah.
2.
Laporan ilmiah mengemukakan permasalahan yang ditulis secara benar, jelas,
terperinci, dan ringkas.
3.
Laporan ilmiah merupakan media yang baik untuk berkomunikasi di lingkungan
akademisi atau sesama ilmuwan.
4.
Laporan ilmiah merupakan suatu dokumen tentang kegiatan ilmiah dalam memecahkan
masalah secara jujur, jelas, dan tepat tentang prosedur, alat, hasil temuan,
serta implikasinya.
5.
Laporan ilmiah dapat digunakan sebagai acuan bagi ilmuwan lain sehingga
syarat-syarat tulisan ilmiah berlaku juga untuk laporan.
JURNAL ILMIAH
Jurnal
ilmiah adalah majalah publikasi yang memuat KTI (Karya Tulis Ilmiah) yang
secara nyata mengandung data dan informasi yang mengajukan iptek dan ditulis
sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan ilmiah serta diterbitkan secara berkala.
(Hakim, 2012)
Jurnal
ilmiah wajib memenuhi persyaratan administratif sebagai berikut :
·
Memiliki International
Standard Serial Number (ISSN).
·
Memiliki mitra
bestari paling sedikit 4 (empat) orang.
Diterbitkan
secara teratur dengan frekuensi paling sedikit dua kali dalam setahun, kecuali
majalah ilmiah dengan cakupan keilmuan spesialisasi dengan frekuensi satu kali
dalam satu tahun.
Bertiras
tiap kali penerbitan paling sedikit berjumlah 300 eksemplar, kecuali majalah
ilmiah yang menerbitkan sistem jurnal elektronik (e-journal) dan majalah ilmiah
yang menerapkan sistem daring (online) dengan persyaratan sama dengan
persyaratan majalah ilmiah tercetak.
Memuat
artikel utama tiap kali penerbitan berjumlah paling sedikit 5 (lima), selain
dapat ditambahkan dengan artikel komunikasi pendek yang dibatasi paling banyak
3 (tiga) buah.
Sumber
data dan informasi ilmiah yang dijadikan dasar dalam penyusunan KTI (karya
tulis ilmiah) seperti jurnal ilmiah adalah tulisan yang mengandung data dan
informasi yang memajukan iptek serta ditulis sesuai kaidah-kaidah ilmiah.
KONSEP
MENULIS LAPORAN ILMIAH
KONSEP
LAPORAN ILMIAH
Karya
tulis ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta umum dan ditulis menurut
metodologi penulisan yang baik dan benar
·
Jenis – jenis
Laporan
·
laporan berbentuk
formulir
·
laporan berbentuk
surat
·
laporan berbentuk
memorandum (memo)
·
laporan berbentuk
naskah
·
laporan berbentuk
buku
Ciri-ciri
Laporan
Penggunaan
bahasa yang ilmiah (baku).
Dalam
penulisan laporan hanya menerima tulisan dengan jenis perintah bukan tanya.
Laporan
disertakan dengan identifikasi masalah
Data
yang lengkap sebagai pendukung laporan
Adanya
kesimpulan dan saran
Laporan
dibuat menarik dan juga interaktif
Syarat-syarat
pembuatan Laporan
Clear
: Kejelasan suatu laporan diperlukan baik kejelasan dalam pemakaian bahasa,
istilah, maupun kata-kata harus yang mudah dicerna, dipahami dan dimengerti
bagi si pembaca.
Mengenai
sasaran permasalahannya : Caranya dengan jalan menghindarkan pemakaian
kata-kata yang membingungkan atau tidak muluk-muluk, demikian juga hal dalam
penyusunan kata-kata maupun kalimat harus jelasm singkat jangan sampai melantur
kemana-mana dan bertele-tele yang membuat si pembaca laporan semakin bingung
dan tidak mengerti.
Lengkap
(complete) : Kelengkapan tersebut menyangkut :#. Permasalahan yang dibahas
harus sudah terselesaikan semua sehingga tidak menimbulkan tanda tanya#. Pembahasan
urutan permasalahan harus sesuai dengan prioritas penting tidaknya permasalahan
diselesaikan
Tepat
waktu dan cermat : Tepat waktu sangat diperlukan dalam penyampaian laporan
kepada pihak-pihak yang membutuhkan karena pihak yang membutuhkan laporan untuk
menghadapi masalah-masalah yang bersifat mendadak membutuhkan pembuatan laporan
yang bisa diusahakan secepat-cepatnya dibuat dan disampaikan.
Tetap
(consistent) : Laporan yang didukung data-data yang bersifat tetap dalam arti
selalu akurat dan tidak berubah-ubah sesuai dengan perubahan waktu dan keadaan
akan membuat suatu laporan lebih dapat dipercaya dan diterima.
Objective
dan Factual : Pembuatan laporan harus berdasarkan fakta-fakta yang bisa
dibuktikan kebenarannya maupun dibuat secara obyektif.
Harus
ada proses timbal balik : Laporan yang baik harus bisa dipahami dan dimengerti
sehingga menimbulkan gairah dan minat si pembaca ; b. Jika si pembaca
memberikan respon berarti menunjukkan adanya proses timbal balik yang bisa
memanfaatkan secara pemberi laporan maupun si pembaca laporan
Langganan:
Postingan (Atom)